Thursday, 11 May 2017

Bab 3. Pikiran ( Citta Vagga )

33.   Pikiran itu tidak tenang , tidak stabil , bergelombang  sukar dijaga , sukar dikendalikan , orang bijaksana meluruskan pikirannya seperti pembuat panah meluruskan anak panahnya.

34.    Seperti ikan yang terlempar keluar dari air, menggelepar diatas tanah yang kering,  demikianlah batin ini, bergolak ketika membebaskan diri dari pengaruh Mara.

35.   Pikiran itu sangatlah sulit dikendalikan, bergerak sangat cepat, menuju kemana ia mau pergi, melatih pikiran adalah baik, pikiran yang terkendali akan membawa kebahagiaan.

36.  Pikiran itu sangat sulit diawasi, dan sangat halus, bergerak kemana ia mau pergi, orang bijaksana seharusnya mengendalikan pikirannya, pikiran yang terkendali akan membawa kebahagiaan.

37.  Pikiran itu dapat mengembara ke tempat yang sangat jauh, tersesat tidak menentu, tidak berbentuk, terkurung dalam kegelapan, mereka yang dapat mengendalikan pikirannya, akan terbebas dari jeratan Mara.

38.   Seseorang yang batinnya tidak stabil, yang tidak mengenal Kebenaran Sejati, yang tidak teguh keyakinannya, tidk akan berkembang kebijaksanaannya.

39.  Seseorang yang pikirannya tidak ternoda oleh nafsu, terbebas dari kebencian, dapat mengatasi baik dan buruk, maka tidak ada lagi perasaan takut.

40. Setelah menyadari bahwa tubuh ini rapuh seperti tempayan, lalu memperteguh pikiran seperti benteng pertahanan yang kokoh , dengan bersenjatakan kebijaksanaan melawan Mara, memelihara apa yang telah dicapai, hidup terbebas dari kemelekatan.

41. Aduh, tidak lama lagi tubuh ini akan terbujur kaku diatas tanah, terbuang, tidak bernyawa, tidak berguna, seperti batang kayu yang telah hangus terbakar.

42.  Betapa burukpun akibat dari serangan musuh, atau betapa beratnya penderitaan akibat perbuatan dari orang yang membenci, namun pikiran yang tidak terkendali akan membuat seseorang lebih sengsara lagi.

43. Berapa besarpun pertolongan ibu , ayah atau sanak keluarga, namun pikiran yang diarahkan secara benar adalah lebih baik dan lebih berguna dari semua pertolongan diatas tersebut.

No comments:

Post a Comment

Bab 4. Bunga - Bunga ( Puppha Vagga )

1.      Siapakah yang akan mengenal dunia ini, alam kematian dan alam dewa ? Siapakah yang akan memahami Dhamma yang telah dibabarkan d...